Sabtu, 10 Desember 2011

Susu UHT Lebih Baik!

Proses Susu UHT:
Susu cair segar UHT dibuat dari susu cair segar yang diolah menggunakan
pemanasan dengan suhu tinggi dan dalam waktu yang sangat singkat
(135-145°Celcius) selama 2-5 detik (Amanatidis, 2002). Pemanasandengan suhu
tinggi bertujuan untuk membunuh seluruh mikroorganisme( baik pembusuk maupun
patogen) dan spora.
Waktu pemanasan yang singkat dimaksudkan untuk mencegah kerusakan nilai gizi
susu serta untuk mendapatkan warna, aroma dan rasa yang relatif tidak berubah
seperti susu segarnya. untuk membunuh seluruh mikroba, sehingga memiliki mutu
yang sangat baik.
Secara kesuluruhan faktor utama penentu mutu susu UHT adalah bahan baku, proses
pengolahan dan pengemasannya. Bahan baku susu UHT cair segar adalah susu segar
yang memiliki mutu tinggi terutama dalam komposisi gizi. Hal ini didukung oleh
perlakuan prapanen hingga pasca panen yang terintegrasi.
Pakan sapi harus diatur agar bermutu baik dan mengandung zat-zat gizi yang
memadai, bebas dari antibiotika dan bahan-bahan toksis lainnya. Dengan demikian,
sapi perah akan menghasilkan susu dengan komposisi gizi yang baik.
Mutu susu segar juga harus didukung oleh cara pemerahan yang benar termasuk di
dalamnya adalah pencegahan kontaminasi fisik dan mikrobiologis dengan sanitasi
alat pemerah dan sanitasi pekerja.
Susu segar yang baru diperah harus diberi perlakuan dingin termasuk transportasi
susu menuju pabrik. Pengolahan di pabrik untuk mengkonversi susu segar menjadi
susu UHT juga harus dilakukan dengan sanitasi yang maksimum yaitu dengan
menggunakan alat-alat yang steril dan meminimumkan kontak dengan tangan. Seluruh
proses dilakukan secara aseptik.
Susu UHT dikemas secara higienis dengan menggunakan kemasan aseptik multilapis
berteknologi canggih, Kemasan multilapis ini kedap udara sehingga bakteri pun
tak dapat masuk ke dalamnya. Karena bebas bakteri perusak minuman, maka susu UHT
pun tetap segar dan aman untuk dikonsumsi.
Selain itu kemasan multilapis susu UHT ini juga kedap cahaya sehingga cahaya
ultra violet tak akan mampu menembusnya dengan terlindungnya dari sinar ultra
violet maka kesegaran susu UHT pun akan tetap terjaga. Setiap kemasan aseptic
multilapis susu UHT disterilisasi satu per satu secara otomatis sebelum diisi
dengan susu. Proses tersebut secara otomatis dilakukan hampir tanpa adanya
campur tangan manusia sehingga menjamin produk yang sangat higienis dan memenuhi
standar kesehatan internasional.
Dengan demikian teknologi UHT dan kemasan aseptic multilapis menjamin susu UHT
bebas bakteri dan tahan lama tidak membutuhkan bahan pengawet dan tak perlu
disimpan di lemari pendingin hingga 10 bulan setelah diproduksi.

Keunggulan Susu UHT:

Kelebihan-kelebihan susu UHT adalah simpannya yang sangat panjang pada suhu
kamar yaitu mencapai 6-10 bulan tanpa bahan pengawet dan tidak perlu dimasukkan
ke lemari pendingin. Jangka waktu ini lebih lama dari umur simpan produk susu
cair lainnya seperti susu pasteurisasi. Selain itu susu UHT merupakan susu yang
sangat higienis karena bebas dari seluruh mikroba (patogen/penyebab penyakit dan
pembusuk) serta spora sehingga potensi kerusakan mikrobiologis sangat minimal,
bahkan hampir tidak ada.

Kontak panas yang sangat singkat pada proses UHT menyebabkan mutu sensori
(warna, aroma dan rasa khas susu segar) dan mutu zat gizi,relatif tidak berubah.

Proses pengolahan susu cair dengan teknik sterilisasi atau pengolahan menjadi
susu bubuk sangat berpengaruh terhadap mutu sensoris dan mutu gizinya terutama
vitamin dan protein.

Pengolahan susu cair segar menjadi susu UHT sangat sedikit pengaruhnya terhadap
kerusakan protein. Di lain pihak kerusakan protein sebesar 30 persen terjadi
pada pengolahan susu cair menjadi susu bubuk.

Kerusakan protein pada pengolahan susu dapat berupa terbentuknya pigmen coklat
(melanoidin) akibat reaksi Mallard. Reaksi Mallard adalah reaksi pencoklatan non
enzimatik yang terjadi antara gula dan protein susu akibat proses pemanasan yang
berlangsung dalam waktu yang cukup lama seperti pada proses pembuatan susu
bubuk. Reaksi pencoklatan tersebut penyebabkan menurunnya daya cerna
protein.Proses pemanasan susu dengan suhu tinggi dalam waktu yang cukup lamajuga
dapat menyebabkan terjadinya rasemisasi asam-asam amino yaitu perubahan
konfigurasi asam amino dari bentuk L ke bentuk D. Tubuh manusia umumnya hanya
dapat menggunakan asam amino dalam bentuk L.Dengan demikian proses rasemisasi
sangat merugikan dari sudut pandang ketersediaan biologis asam-asam amino di
dalam tubuh.Reaksi pencoklatan (Mallard) dan rasemisasi asam amino telah
berdampak kepada menurunnya ketersedian lisin pada produk-produk olahan susu.

Penurunan ketersediaan lisin pada susu UHT relatif kecil yaitu hanya mencapai
0-2 persen. Pada susu bubuk penurunannya dapat mencapai 5-10 persen.

TipsPenggunaan Susu UHT:
1. Apabila kemasan susu UHT telah dibuka, maka susu tersebut harus disimpan pada
refrigerator. Susu UHT harus dihindarkan dari penyimpanan pada suhu tinggi (di
atas 50°Celcius) karena dapat terjadi gelasi yaitu pembentukan gel akibat
kerusakan protein.
2. Kerusakan susu UHT sangat mudah dideteksi secara visual, ciri utama yang umum
terjadi adalah kemasan menggembung. Gembungnya kemasan terjadi akibat kebocoran
kemasan yang memungkinkan mikroba-mikroba penbusuk tumbuh dan memfermentasi
susu. Fermentasi susu oleh mikroba pembusuk menghasilkan gas CO2 yang
menyebabkan gembung.
3. Kerusakan juga ditandai oleh timbulnya bau dan rasa yang masam. Selain
menghasilkan gas, aktivitas fermentasi oleh mikroba pembusuk juga menghasilkan
alkohol dan asam-asam organik yang menyebabkan susu menjadi berflavor dan
beraroma masam.
4. Hindari mengkonsumsi susu UHT yang telah mengental. Fermentasi susu oleh
bakteri pembusuk juga menyebabkan koagulasi dan pemecahan protein akibat
penurunan pH oleh asam-asam organik.Koagulasi dan pemecahan protein inilah yang
menyebabkan tekstur susu rusak yaitu menjadi pecah dan agak kental.
5. Untuk susu yang belum habis, lebih di sarankan untuk tetap di simpan
dikulkas, dikarenakan produk susu uht tidak menggunakan bahan pengawet sehingga
cukup rentan terhadap bakteri yang sangat cepat berkembang biak dalam susu
tersebut.
6. Tetapi apabila tidak memungkinkan untuk dimasukkan kedalam kulkas, sebaiknya
susu disimpan dalam keadaan tertutup (rapat) dalam suhu normal tidak terlalu
panas/dingin dan jangan terlalu lama didiamkan diluar.
7. Kualitas kandungan gizi pada susu yang telah dibuka dan didiamkan otomatis
akan sedikit berbeda (berkurang) dibanding dengan kualitas gizi pada saat susu
pertamakali dibuka, dikarenakansudah ada kontaminasi dari udara luar walaupun
hanya sedikit. Proses bakteri merusak susu tidak terjadi begitu saja melalui
proses terlebih dahulu (ada penguraian) hal ini terjadi dalam hitungan jam
sampai akhirnya susu tersebut basi (rasanya jadi asam/pahit, teksturnya
menggumpal, ataupun pecah).
8. Apabila memang harus disimpan dalam suhu ruang sebaiknya tidak melebihi dari
beberapa jam, kurang lebih 5-7 jam, dan itu pun tergantung dari kondisi
lingkungan atau ruangan itu sendiri dan susu sebaiknya dalam keadaan tertutup.
9. Tapi jika ingin lebih memastikan dapat mencicipinya terlebih dahulu dan
melihat teksturnya apabila tidak lagi sama dengan kualitas susu yang biasa Ibu
minum sebaiknya jangan dikonsumsi lagi.
10. Tetapi dikarenakan susu disimpan dalam kulkas sehingga pertumbuhan bakteri
dapat terhambat untuk sementara, maka kemungkinan susu akan rusak yaitu selama
kurang lebih 3-5 hari, tergantung kondisi penyimpanan yang harus dingin (4°C)
dan kondisi kulkas yang harus baik dan juga tidak terlalu banyak makanan ataupun
buah-buahan didalamnya, karena dikhawatirkan aroma dari makanan dan buah-buahan
tersebut juga bisa merusak kualitas rasa/aroma dari susu tersebut

Sebagai saran , agar mengkonsumsi susu dengan ukuran yang lebih kecil agar anak
tetap mendapatkan kesegaran susu dan kualitas susu yang terbaik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar